Naiknya Kegiatan Permintaan dan Penawaran pada Pasar tradisional di Bulan Ramadhan.

 

Bulan ramadhan menjadi bulan yang suci bagi umat muslim dan wajib untuk menjalankan ibadah puasa sebulan penuh dan melakukan banyak hal kebaikan. Umat muslim diwajibkan berpuasa kira-kira 13-14 jam. Di sisi lain, bulan ramadhan juga menjadi bulan yang berkah untuk pedagang-pedagang kecil. Kenaikan harga di bulan ramadhan adalah hal yang biasa kita temui, Hal itu disebabkan oleh naiknya tingkat permintaan dan penawaran. Pembeli, khususnya yang tidak sempat membuat sendiri karena sibuk bekerja mereka bisa membeli ta’jil sewaktu pulang dari tempat kerja ke rumah masing-masing.

A.      Pengertian Permintaan 

Permintaan adalah jumlah barang yang diminta oleh konsumen pada tingkatan harga dan waktu tertentu. Dalam permintaan, ada beberapa faktor yang memengaruhi, termasuk harga barang, pendapatan konsumen, selera masyarakat, harga barang lain, jumlah penduduk dan ramalan masa depan atau masa yang akan datang.

Permintaan berdasarkan daya belinya dapat dibedakan menjadi 3 yaitu, permintaan efektif (permintaan yang disertai daya beli, kemampuan membeli dan tindakan pembelian), permintaan potensial (permintaan yang disertai daya beli, kemampuan membeli tetapi belum melakukan pembelian), dan permintaan absolut (permintaan tanpa disertai dengan daya beli dan kemampuan membeli).

B.      Pengertian Penawaran

Penawaran adalah jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen pada tingkatan harga dan waktu tertentu. faktor yang mempengaruhi penawaran, yaitu biaya produksi, teknologi, harapan akan masa depan.

C.      Pengertian Pasar Tradisional

Pasar tradisional sebagai pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los, dan tenda yang dimilki/ dikelola o leh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat, atau koperasi dengan usaha skal kecil, menegah, dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. Pasar tradisonal adalah pasar yang kegiatan para penjual dan pembelinya dilakukan secara langsung dalam bentuk eceran dalam waktu sementara atau tetap dengan tingkat pelayanan terbatas.

Ciri-ciri pasar tradisional  :

1.      Pasar tradisional dimiliki, dibangun dan atau dikelola oleh pemerintah daerah.

2.      Adanya sistem tawar menawar antara penjual dan pembeli. Tawar menawar ini adalah salah satu budaya yang terbentuk di dalam pasar. Hal ini yang dapat menjalin hubungan sosial antara pedagang dan pembeli yang lebih dekat.

3.      Tempat usaha beragam dan menyatu dalam lokasi yang sama. Meskipun semua berada pada lokasi yang sama, barang dagangan setiap penjual menjual barang yang berbeda-beda. Selain itu juga terdapat pengelompokan dagangan sesuai dengan jenis dagangannya seperti kelompok pedagang ikan, sayur, buah, bumbu, dan daging.

4.      Sebagian besar barang dan jasa yang ditawarkan berbahan lokal. Barang dagangan yang dijual di pasar tradisonal ini adalah hasil bumi yang dihasilkan oleh daerah tersebut. Meskipun ada beberapa dagangan yang diambil dari hasil bumi dari daerah lain yang berada tidak jauh dari daerah tersebut namun tidak sampai mengimport hingga keluar pulau atau negara.

5.      Keunggulan dengan adanya pasar tradisional adalah: Dalam aktivitas ekonomi, penjual dan pembeli bisa melakukannya transaksi langsung tanpa perantara. Adanya proses interaksi sosial yang berpengaruh pada keputusan dan kepuasan antara penjual dan pembeli. Dari segi lokasi, pasar tradisional letaknya selalu berdekatan dengan permukiman penduduk.

            Keunggulan dengan adanya pasar tradisional adalah   :

1.      Dalam aktivitas ekonomi, penjual dan pembeli bisa melakukan transaksi langsung tanpa perantara.

2.      Adanya proses interaksi sosial yang berpengaruh pada keputusan dan kepuasan antara penjual dan pembeli.

3.      Dari segi lokasi, pasar tradisional letaknya selalu berdekatan dengan permukiman penduduk.

 

Akibat naiknya permintaan dan penawaran di bulan ramadhan, banyak pedagang-pedagang yang memperoleh keuntungan seperti dari hasil penjualan es buah untuk berbuka, takjil dan kuliner ramadhan lainnya. Dampaknya, biaya hidup pun menjadi meningkat dari hari sebelumnya. Masyarakat mencoba kemampuan skill, kecerdasan dan lain – lain  untuk menciptakan hal hal yang dapat bermanfaat bagi dirinya dan orang lain contohnya menjual ta’jil di bulan puasa. Di tengah pandemi covid-19 ini bukan menjadi halangan bagi pedagang kecil untuk semangat mencari nafkah dan berekreasi bahan dagangan apa yang akan mereka jual saat bulan suci ramadhan ini, justru banyak sekali pedagang dadakan yang ikut berjualan atau sekedar membagi-bagikan ta’jil kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan. Takjil adalah makanan yang dimakan saat buka puasa, biasanya berupa makanan manis seperti es buah, kolak pisang, es campur, dan lain lain. Biasanya bahan pokok seperti sembako atau barang lainnya menjadi sasaran untuk kenaikan harga yang drastis, kenapa demikian? Karena kondisi tersebut bergantung pada permintaan dan penawaran. Ketika permintaan naik, penawaran tetap, maka harga akan naik. Namun, jika permintaan turun, penawaran tetap, harga juga akan turun. 

Sebagai dampak kenaikan harga barang yang memang telah menjadi kebiasaan menjelang bulan Ramaḍan, banyak ibu rumah tangga yang mengeluh karena harga-harga kebutuhan pokok naik, sementara konsumsi walau pun bulan puasa tidak berkurang bahkan cendrung meningkat. Hal tersebut jelas bahwa tingkat konsumsi kebanyakan masyarakat muslim melonjak atau meningkat setiap memasuki bulan Ramaḍan. bahwa sering kali terjadi pada saat Ramaḍan banyaknya permintaan dan penawaran oleh konsumen menyebabkan naiknya harga sembako. Banyaknya permintaan akan barang ketika Ramaḍan berpengaruh pada kelangkaan barang. Kalian pasti mengetahui Bahwa peningkatan pendapatan dipengaruhi banyaknya permintaan menjelang Ramaḍan. Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dengan pembeli atau suatu daerah (tempat atau area) yang di dalamnya terdapat kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu atau membentuk suatu harga. Pasar juga bisa didefinisikan sebagai tempat di mana para penjual dan pembeli bertemu untuk melakukan transaksi jual dan beli. Melalui interaksi antara penjual dan pembeli akan terbentuk harga di pasar, yang dimaksud dengan harga adalah sejumlah nilai dipertukarkan untuk memperoleh suatu produk.

Keadaan pasar pada saat bulan Ramadhan cukup ramai walaupun ada sebagai pedagang yang masih mengeluh tentang pendapatan mereka. Pendapatan pedagang memang sering meningkat pada bulan Ramadhan terutama pada saat memasuki hari Raya Idul Fitri, tetapi pedagang juga mengeluh karena pendapatan mereka tidak senaik tahun-tahun sebelumnya.

Islam mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam membeli sesuatu agar tidak mubazir nantinya. Keborosan adalah salah satu sifat setan.

Banyaknya pedagang yang berjualan di bulan suci Ramadhan memperoleh peningkatan pendapatan. Bulan Ramadhan berdampak postif dan berdampak negatif yaitu :

  • ·         Dampak positif  : Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan hal yang berdimensi ukhrawi, tapi aspek keduniaan pun cukup terbuka lebar terutama dimensi ekonomi. Banyaknya permintaan terhadap suatu barang meningkat pesat setiap memasuki bulan Ramadhan, sedangkan yang dimaksud dengan permintaan yaitu banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu, pada tingkat pendapatan tertentu dan pada periode tertentu.

  • ·         Dampak negatif  : di kota kami dengan banyaknya permintaan dipengaruhi oleh tingkat konsumsi masyarakat yang mengakibatkan sifat israf dan mubazir yang telah dilakukan oleh kebanyakan masyarakat muslim menjelang Ramadhan. Konsumsi dalam Islam menjelaskan bahwa umat muslim dilarang bersifat boros atau berlebih-lebihan karena akan membawa kepada kemudharatan dan jelas itu adalah perbuatan yang dibenci Allah SWT.

Menjelang hari Raya Idul Fitri biasanya yang menjadi peningkatan pendapatan adalah pedagang baju dan konsumsi. Masyarakat berbondong-bondong dalam membeli baju lebaran untuk dikenakan saat hari Raya dan membeli banyak makanan untuk para tamu yang akan datang kerumahnya. Sehingga keuntungan yang didapat lebih besar dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Konsumsi rumah tangga selalu saja melonjak pada bulan Ramaḍan, baik konsumsi bahan makanan, sandang maupun jasa. Konsumsi rumah tangga yang melonjak setiap memasuki bulan Ramaḍan memberikan dampak positif bagi pedagang. Pedagang banyak mengaku bahwa keuntungan yang diperoleh memasuki bulan Ramaḍan sangat tinggi dari bulan-bulan lainnya, Ada pedagang sembako yaitu: Waktu lebaran ramai pasar biasanya mba, banyak yang membeli sewaktu bulan puasa. Saya akan menjelaskan bahwa keadaan pasar ketika Ramaḍan biasanya ramai dan banyak pembeli yang membeli barang dagangannya.

Seorang pedagang pakaian yaitu: Barang dagangan ini memang sudah dibeli untuk persiapan lebaran, jauh-jauh hari itu sudah membeli untuk lebaran. Biasanya itu bila lebaran memang ramai sehingga sudah dipersiapkan. Bahwa sebagian para pedagang menyetok barang untuk persiapan Ramaḍan, banyaknya permintaan yang terjadi berakibat kelangkaan barang menyebabkan pedagang menyetok barang dan menurut pedagang bahwa mereka menyetok barang tetapi tidak menaikkan harga begitu saja. Menurut pedagang harga barang yang dijual oleh pedagang disesuaikan dengan harga beli pedagang.

Di bulan Ramaḍan dengan empat jenis pedagang dengan 28 subjek. Pedagang sembako dengan 8 subjek 3 subjek menyatakan bahwa pendapatan yang diperoleh sama saja seperti bulan lainnya atau peningkatan yang diperoleh tidak mengalami peningkatan pada bulan suci Ramaḍan tahun ini.

Pedagang perhiasan dari 6 subjek menyatakan bahwa pendapatan yang diperoleh meningkat menjelang bulan Ramaḍan. Pendapat lain dari 6 sebjek pedagang kue lebaran menyatakan bahwa pendapatan yang diperoleh meningkat pada bulan suci Ramaḍan dan terakhir dari 8 subjek pedagang pakaian di pasar besar menyatakan bahwa 2 subjek tidak memperoleh peningkatan pendapatan dan 6 subjek memperoleh peningkatan pendapatan memasuki bulan Ramaḍan.

Disamping itu, kementrian perdagangan menerapkan sebuah aturan berdagang bagi pedagang-pedagang di pasar tradisional seperti yang tertera pada surat edaran nomor 12 tahun 2020 tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan yang dilakukan pada masa pandemi covid-19 dan new normal.

Surat edaran tersebut mengatur tempat kegiatan pedagangan harus memberlakukan batas waktu kunjungan setiap konsumennya. Hal itu dilakukan untuk menjaga sirkulasi lokasi tersebut tetap lancar. Pedagang maupun penjaga toko harus bebas dari pandemi COVID-19. Misalnya memberlakukan wajib bukti negatif hasil tes PCR atau rapid test untuk pedagang di pasar rakyat, karyawan mall, pramusaji di restoran dan farmasi.

Surat edaran itu juga mengatur ketentuan untuk menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, kewajiban menggunakan masker, faceshield, pemberlakuan jaga jarak antar meja dan antar antrean.

Hidup sehat tetap menjadi priotas utama pada saat ini. Jadi, jangan lupa untuk tetap memakai masker dan sering mencuci tangan saat bepergian keluar rumah ya, stay safe all.

Komentar

  1. Balasan
    1. Hukum permintaan adalah apabila harga produk atau jasa mengalami penurunan, maka jumlah permintaan mengalami kenaikan. sedangkan Hukum penawaran adalah apabila harga produk atau jasa naik, maka jumlah penawaran akan meningkat.

      Hapus
  2. apa saja harga sembako yang sedang naik saat ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. cabai merah dan daging ayam sekarang sedang mengalami kenaikan harga

      Hapus
  3. apa kenaikan harga sembako pada bulan ramadhan akan terus naik hingga seterusnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasanya tidak kak, karena biasanya angka permintaan naik saat bulan-bulan tertentu, jika permintaan sedikit itu tidak akan terjadi kelangkaan yg mengakibatkan kenaikan harga

      Hapus
  4. bagaimana dengan masyarakat yang kurang mematuhi protokol kesehatan dan masih berkerumun dipasar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasanya dipasar2 terdapat beberapa petugas yg mengawasi agar terhindar dr berkerumun, penjual jg membatasi waktu kunjungan bagi konsumen

      Hapus
  5. Terima kasih informasinya

    BalasHapus
  6. apa solusi agar harga kembali seimbang?

    BalasHapus

Posting Komentar